TENTANG AKU

TENTANG AKU – Tulisan ini di awali dengan paragraf siapa aku, kenapa? karna dengan tulisan ini saya ingin mengenal dan mengenang siapa aku.

Siapa Aku

Syar’i ya itulah nama ku, kelahiran 10 oktober 1995 dari Kp. Bayak Ds. Siremen Kec. Tanara Kab. Serang – Banten. Di lahirkan oleh dua insan yang di takdirkan untuk bersatu.

Asmara itu nama ayahku dan Sulhah adalah nama ibuku, aku anak ketiga dari lima bersaudara, dengan Syukri Sulaiman Anak Pertama dan Suhul Yani anak ke dua, anak ketiga Syar’i namanya “itu namaku” di susul dengan Sukanta anak yang ke Empat dan yang terakhir si bungsu Idrus Afandi namanya.

setelah tamat dari Sekolah Menengah atas (SMA) kedua kakak ku memutuskan untuk tidak melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, melainkan langsung bekerja sebagai buruh pabrik. sedangkan adikku yang pertama masih duduk di bangku sekolah SMA kelas Tiga, dan yang kedua di MTS juga kelas Tiga.

Baru aku yang tidak mau berhenti menuntut ilmu setelah lulus dari SMK, karna aku sadar bahwa ilmu itu sangat penting dan bisa memulyakan derajat seseorang.

ya mungkin ada yang berfikir, menuntut ilmu kan gak harus di tempat yang formal? ya aku setuju dengan persepsi itu, tapi kta juga harus berpikir ulang, apakah kita mau belajar kalu lingkungan kita tidak menggiatkan tuk belajar? saya rasa tidak!

contoh di kampungku, dengan SDM yang serba pas – pasan dan tidak tumbuhnya rasa tuk giat belajar, maka  99% dari 100% remaja di kampung memutuskan tuk bekerja setelah lulus SMA sederajat.

di antaranya ada yag berfikir buat apa lanjut sekola? toh akhirnya jadi kariawan juga. Dan ada juga yg bilang setelah lulus SMA  saya harus kerja.

Untuk bantu kedua orang tua, seolah – olah hanya dengan uang lah kita bisa menjadikan orang tua bangga. Dan ada juga yang mau lanjut kuliah tapi apa daya dengan penghasilan orangtua yang pas-pasan dan berfikir bahwa tak mungkin untuk melanjutkan ke jenjang perkuliahan, dengan terpaksa mengurungkan niat tuk lanjut studynya.

Yang lebih ekstim lagi alasan tidak lanjut belajar karna emang ada larangan dari kedua orangtuanya.

Dengan fenomena kehidupan yang seperti ini tidak ada kemauan tuk belajar non formal misal baca buku, baca di internet, kunjungi perpustakaan dll. apalagi di tempat yang formal, misal perkuliahan Pondok pesantren dan semisalnya.

sedangkan aku berusaha untuk tidak termasuk dengan itu semua, kalaupun orang tua tidak mampuh tuk membiayai aku tuk lanjut menimba ilmu, dengan keyakinan bahwa aku bisa lanjut belajar. Dan alhamdulilah tidak ada larangan dari orang tua tuk lanjut belajar, dengan keluar dari lingkungan itu aku bisa lanjut belajar.

Aku Dan Studyku

unsplash.com

dengan tulisan ini saya ingin mengenang kembali memori hidup ku di saat aku belajar dan introsfeksi diri tuk menuju hidup lebih baik di masa depan.

Kisah Sekolah Dasarku (SD)

pelitajabaronline.com

2001 tepatnya pada saat penerimaan anak didik baru, Pertama kali aku masuk di dunia pendidikan. SDN BAYAK nama sekolah dasar ku, dengan rasa takut dan mau, aku bergegas dari rumah ke sekolahan dengan di temani oleh seorang ibu. seperti biasa dengan adat yang sudah turun temurun sepertinya, aku pergi ke sekolah jam 06:00 bersama ibu untuk mendapatkan kursi yang paling depan.

ibuku berpikir dengan anaknya duduk di depan maka dia akan menjadi pintar. di sertai dengan ibu – ibu yang lainnya dengan niatan yang sama, mereka rela tuk menunggu di depan pintu kelas sampai waktunya pintu di buka.

jam 07:00 pintu pun di buka oleh Bu.Susi pemegang kuncinya dan juga sebagai guru tuk kelas satu. Ibu – ibu yang sudah lama menunggu pun bergegas masuk menandai bangku tuk anaknya begitu pula dengan ibuku.

Setelah ibu keluar dan memanggil aku tuk duduk di dalam kelas, ternyata ibu mendapatkan bangku yang paling depan untuk anaknya duduk, tapi dengan rasa takut ku, aku tak mau menempatinya dan memilih tuk duduk di baris kedua dari barisan yang paling depan.

mungkin kecewa yang di rasakan ibuku, tapi apalah daya sang anak maunya seperti itu, tukar posisilah aku dengan temanku yang bernama Safi’i dan duduk lah aku di temani dengan Asep Irfan Nasrullah. di awali dengan baca do’a belajar pun di mulai.

Teringat selalu memori belajar pertamaku yaitu di awali dengan belajar cara memegang Pena. Susah rasanya tapi bisa juga akhirnya. huruf demi huruf Bu. susi tak kenal lelah mengajari kami sampai waktunya kami bisa menulis dan membaca.

Pelajaran yang paling berkesan dan sulit tuk di lupakan yaitu pada saat belajar mengejah kalimat yang di ulai dengan paragraf,

INI BUDI

INI IBU BUDI

INI BAPAK BUDI

IBU BUDI PERGI KE PASAR dll

Bukan hidup namanya kalu tidak ada kesan sedih dan senang. senang dikala berkumpul, bermain, bercanda sama teman – teman. Sedih, takut dan marah disaat grombolan seragam putih masuk di kelas kami, siapa mereka? ya benar, mereka Ibu dan Bapak Dokter yang siap menyuntikkan suntikannya ke tangan – tangan kami.

Dengan iming – imig supaya pintar, tulisannya bagus dan di kasih hadiah satu bungkus biskuit, dengan terpaksa di campur rasa takut kami maju satu persatu menyerahkan diri disuntiikkan faksin yang kami gak tau apa campuran apa di dalamnya. kelas 1 2 3 dan 4 saya lewati dengan baik. Walau ada beberapa anak yang harus menelan nasib yang pahit karena tidak naik kelas, tapi syukurnya tidak dengan diriku.

Masuklah aku di kelas lima, dan bertemu dengan guru yang juga berkesan dalam hidupku. Pak. Supriatna namanya, beliau berasal dari Ciamis, dapat mandat tuk mendidik di SDN BAYAK, beliau punya anak laki – laki sang sebaya dengan ku namanya IRFAN, melewati proses belajar di kelas 1 sampai 4 akan tetapi langsung masuk sebagai murid kelas 5 (lima). dia pastilah pintar dalam benakku, ternyata eh ternyata dia belum bisa menulis dan membaca.

Waktu itu aku duduk di bangku paling depan di temani oleh Asep dan Syafi’i. pas irfan masuk dia di suruh duduk paling depan dan di tunjuk lah tempat ku sebagai tempatnya duduk, asep pun harus mengalah dan di gatikan oleh irfan.

Dengan ketidak bisaannya membaca dan menulis Pak. Supriatna pun menyuruh kami, Saya dan Syafi’i untuk mendampinginya dalam masa pembelajaran. seperti pada anak sekolah umumnya yang membenci pelajaran MATEMATIKA begitu pula dengan aku, ketidak sukaan aku dengan matematika membuat diri ini susah menyerap pelajaran tersebut, sehingga suatu ketika Pak.Sup (nama panggilannya) pun menyadarkan ku.

Dengan kekesalannya menghadapi aku yang susah menyerap pelajarannya, sampai tangannya medarat di bagian kepala belakangku. dengan sambul mengucap “bodoh. Sampai kapan kamu kaya gini”. dengan prilakunya itu menyadarkan aku untukterus belajar, sampai saatnya aku bisa mengikuti pelajarannya dengan baik.

Ya setidaknya gak separah yang dulu lah. walau pun tak pernah mendapatkan juara kelas, tapi alhamdulilah selesai juga masaku di Sekolah Dasar dengan nilai cukup memuaskan, sesuai dengan usahanya. 2006 – 2007 pun aku lulus dari sDN Bayak.

Kisah Sekolah Menengah Pertamaku (SMP)

pakguruolahraga.blogspot.co.id

pertengahan tahun 2007 setelah lulus dari Sekolah Dasar, aku pun melanjutkan sekolah di MTS MF SIREMEN, seperti biasa sebelum masuk sekolah program Masa Orientasi Sekolah (MOS) pun aku ikuti karna wajib hukumnya supaya mengenal lingkungan sekolah.

Tapi tidak seperti itu kenyataannya, dikerjain dan di bully yang kami dapatkan, sampai saatnya di akhir MOS ada namanya BINTAL (Bimbingan Mental) yang di mana para siswa di marahin, dan dikerjain habis-habisan oleh para panitia MOS, dan di akhiri dengan sesi maaf – maafan.

Tiga hari setelah MOS tibalah waktu masuk pertama belajar di MTS, seperti biasa satu minggu masuk sekolah di awali dengan sesi perkenalan antara murid dan guru.

Kelas 7 pun aku jalani dengan nilai yg juga memuaskan yaitu dapat peringkat ke 6 dari 37 siswa. dan aku masuk ke kelas 8 dikala itu aku tertarik dengan dunia ekstra kulikuler Pramuka, sampai lah aku ikut dalam kegiatan itu.

Senang terjun di dunia pramuka, sampai aku pun di ikutkan dalam tim inti pramuka MTS MF Siremen. Dengan mengikuti berbagai lomba dari tingkat antar sekolah terus tinkat kecamatan sampai tingkat kabupaten, walaupun pahit di tingkat kabupaten, tapi kami banyak mendapatkan juara di tingkat antar sekolah dan kecamatan.

Walau pun di kelas tidak mendapatkan peringkat, tapi aku senang dengan menggeluti dunia pramuka ini, karna dengan ikut pramuka, saya bisa belajar hidup dengan alam, belajar kekompakkan, kerja sama, dan kebersamaan pun saya dapatkan.

Kisah Sekolah Menengah Kejuruanku (SMK)

republika.co.id

setelah lulus dari MTS MF Siremen aku pun di persilahkan orang tua dan kakakku untuk memilih mau sekolah dimana, dan aku putuskan untuk lanjut sekolah di SMK Sulthan Agung Tirtayasa, dengan alasan yang sama seperti yang lainnya, yaitu setelah lulus nanti, bisa mudah untuk mencari kerja.

Di sertakan dengan tantangan yang di berikan kakakku supaya aku semangat dalam belajar yang isinya “kalu kamu dapat pringkat, sebutkan apa maumu insya allah kakak akan turuti”.

Dengan itu saya termotifasi untuk mendapatkan pringkat di kelas, dan alhamdulilah di kelas 10 dua semester aku dapat pringkat pertama, dan aku pun tagih janji kakak kalaulah adiknya ini minta di beliin kompuer, dan akhirnya dengan kesanggupannya dia bisa membelikan satu paket komputer pentium 4, sederhana memang, tapi bahagia yang ku rasa.

Akan tetapi pas penaikan ke kelas 11, di SMK ada program yang juara akan di jadikan satu kelas dari 3 kelas yang ada, dan terkumpullah para juara masing – masing kelas menjadi satu kelas.

Setelah itu satu semester pun di lewati dan pengumuman juara pun di umumkan, akan tetapi takdir tertulis aku tidak termasuk orang yang mendapatkan juara, melainkan yang dapat juara perempuan semua. ya mungkin kalah rajin atau emang kalah pintar heheheehee..

Beranjak di kelas 11 pun aku ikut mencalonkan diri menjadi ketua OSIS dan alhamdulilah ternyata aku teerpilih menjadi ketua OSIS hanya sekali putaran. Ya ia lah, wong emang sistem’y sekali putaran langsung jadi.

Dengan terpilihnya aku menjadi ketua OSIS, di tuntut untuk aktif di semua program yang ada, Pramuka, Tapak Suci, SBH dan lebih lagi Keorganisasian Siswa. itu semua menguras waktu dan tenaga, sehingga tidak ada waktu untuk belajar. dari itu lah aku semakin ketinggalan jauh dan tidak mungkin untuk merebut juara kelas yang ada.

Mungkin itu cerita singka TENTANG AKU yang bisa ku tuliskan di sini, dan masih banyak lagi perjalanan hidupku yang tidak mungkin bisa semuanya ku certitakan melalui tulisan ini.

Mohon maaf apabila ada kesalahan kata atau menyakiti rasa dalam penulisan ini. Karena sang penulis baru belajar menulis dan masih sangat perlu untuk mendapatkan bimbingan dari anda sekalian.

COPY CODE SNIPPET

Tinggalkan komentar