19+ Tata Cara Sholat Istikharah dan Doa Sesuai Sunnah Nabi

Sholat Istikharah – Kadangkala kita memiliki dua masalah yang mana permasalahan ini menurut kita kedua-duanya penting. Sehingga kita sendiri bingung mau pilih yang mana diantar pilihan-pilihan itu. Syariat islam sudah mengajarkan cara bagaimana kita tepat dalam memilih. Dengan cara mengerjakan sholat dua rakaat yang sering kita dengar dengan istilah Sholat Istikharah.

Tidak sedikit dari kita juga mengetahui akan pungsi sholat istikharah ini. tapi sayangnya tidak sedikit dari kita juga tidak mengetahui tata cara untuk mengerjakannya. Maka dari itu saya disini membuat artikel ini untuk membantu agar yang tidak tau tata cara shalat istikharah, segara tau dan dikerjakan ketika bingung dalam menghadapi sebuah pilihan.

Arti Sholat Istikharah

©islamicity.org

Sebelum kita lanjut kepembahasan yang lain, terlebih baiknya kita mengetahui apa arti dari sholat istikharah itu sendiri. Sholat istikharah merupakan sholat yang memiliki hukum sunnah. Dalam pengerjaannya dan dikerjakan ketika kita hendak meminta petunjuk kepada Allah ketika kita dihadapi sebuah pilihan yang rumit.

Pada masa jahiliyah atau dimana kepercayaan orang-orang Arab dahulu sebelum ajaran Agama yang dirisalahkan kepada Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wasalam datang, melakukan istikharah (memutuskan pilihan) dengan cara diundi (azlam). Namun setelah Islam datang, perbuatan undian dengan bermaksud memutuskan pilihan itu dilarang oleh Allah dan digantikan dengan cara sholat istikharah.

Dalil Disyariatkannya Sholat Istikharah

elmina.id

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu, beliau berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يُعَلِّمُ أَصْحَابَهُ الاِسْتِخَارَةَ فِى الأُمُورِ كُلِّهَا . كَمَا يُعَلِّمُ السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ يَقُولُ « إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ . وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ . فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ . اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – أَوْ قَالَ عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ . وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – أَوْ قَالَ فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ . وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى – قَالَ – وَيُسَمِّى حَاجَتَهُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari para sahabatnya untuk solat istikharah dalam segala urusan. Sebagaimana Rasulullah mengajari surat dari Alquran. Rasulullah bersabda, “Jika kalian ingin berbuat suatu urusan. Maka kerjakanlah solat dua rakaat selain dari shalat fardhu, setelah itu hendaklah ia berdoa:

“Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika. fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (sebut nama urusan tersebut) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.”

Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang maha menakdirkan dan aku tidaklah sanggup melakukannya.

Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidaklah tahu. Engkaulah yang maha mengetahui perkara yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa persoalan ini baik untukku dalam urusanku di dunia dan juga di akhirat, (atau baik untuk agama, kehidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal itu untukku, mudahkanlah untukku dan juga berkahilah ia untukku.

Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwasanya perkara itu tidak baik bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku (atau jelek bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka hindarkanlah ia dariku, dan hindarkanlah aku darinya, dan takdirkanlah yang terbaik untukku apapun itu keadaannya dan jadikanlah aku rido dengannya. Kemudian dia menyebut apa yang diinginkannya” (HR. Ahmad, Al-Bukhari, Ibn Hibban, Al-Baihaqi dan yang lainnya).

Tata Cara Shalat Istikhara

©thaybah.id
  • Niat
  • Takbiratul ihram, setelah itu diikuti dengan doa iftitah
  • Membaca surat Al Fatihah
  • Membaca surat dari Al Qur’an
  • Ruku’ lalu tuma’ninah
  • I’tidal lalu tuma’ninah
  • Sujud lalu tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud lalu tuma’ninah
  • Sujud kedua lalu tuma’ninah
  • Berdiri lagi untuk menjalankan rakaat kedua
  • Membaca surat Al Fatihah
  • Membaca surat dari Al Qur’an
  • Ruku’ lalu tuma’ninah
  • I’tidal lalu tuma’ninah
  • Sujud lalu tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud lalu tuma’ninah
  • Sujud kedua lalu tuma’ninah
  • Tahiyat akhir lalu tuma’ninah
  • Salam

Doa Sholat Istikharah

©abiummi.com

Terdapat dua bacaan dalam doa sholat istikharah, yaitu:

Pertama

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى

“Allahumma inni astakhii-ruka bi ‘ilmika, wa astaq-diruka bi qud-ratika, wa as-aluka min fadh-likal adziim, fa in-naka taq-diru wa laa aq-diru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma in kunta ta’lamu anna hadzal amro khoiron lii fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii faq-dur-hu lii, wa yas-sirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Wa in kunta ta’lamu anna hadzal amro syarrun lii fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii, fash-rifhu ‘annii was-rifnii ‘anhu, waqdur lial khoiro haitsu kaana tsumma ardhi-nii bih”

Kedua

Sama dengan yang di atas hanya saja ada beberapa kalimat yang berbeda, yaitu:

Kalimat [دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى] diganti dengan [عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ]. Sehingga, Teks lengkapnya yaitu:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِى فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى

Allahumma inni astakhii-ruka bi ‘ilmika, wa astaq-diruka bi qud-ratika, wa as-aluka min fadh-likal adziim, fa in-naka taq-diru wa laa aq-diru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma in kunta ta’lamu anna hadzal amro khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih faq-dur-hu lii, wa yas-sirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Wa in kunta ta’lamu anna hadzal amro syarrun lii fii ‘aajili amrii wa aajilih, fash-rifhu ‘annii was-rifnii ‘anhu, waqdur lial khoiro haitsu kaana tsumma ardhi-nii bih.

Lalu kapan doa sitikharah ini kita ucapkan? Dalam penjelasan Syakh Muhammad bin Umar Bazmul beliau berkata “waktu diucapkannya doa istikharah ialah setelah salam, dilandaskan oleh sabda Rasulullah salallahu alaihi wasalam yang berbunyi:

إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلِ

“Apabila salah seorang di antara kalian menginginkan atas suatu perkara, hendaklah ia kerjakan shalat dua rakaat yang bukan wajib, setelah itu ia berdoa…..”

Teks hadis di atas menunjukkan setelah melakukan dua rakaat, yang artinya setelah salam.” (Bughyatul Mutathawi‘, Hal. 46)

Waktu Shalat Istikharah

©pexels.com

Sebenarnya dalam mengerjakan sholat ini, kita boleh mengerjakannya kapan saja entah itu dikerjakan pada siang hari maupun pada malam hari, karna yang harus kita perhatikan ialah jangan mengerjakan sholat sunnah pada waktu yang dilarang. Karena terdapat waktu dimana kita tidak boleh mengerjakan sholat sunnah disetiap harinya.

Seperti apa yang sudah disabdakan oleh Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wasalam pada haditsnya beliau bersabda, “tidak ada sholat sunnah setelah sholat subuh sampai keadaan matahari meninggi dan tidak ada pula sholat sunnah setelah sholat ashar samapi letak matahari tenggelam (HR. Bukhari Muslim)

Apakah ada waktu terbaik dalam mengerjakan sholat istikharah ini? Tentu saja ada yaitu mengerjakannya pada malam hari mulai dari selesainya sholat wajib isya sampai masuknya waktu sholat subuh. Tapi harus kita ingat ini kita menerangkan waktu terbaik bukan waktu yang hanya boleh melakukan sholat sunnah istikharah.

Jadi saya ulangi lagi untuk melakukannya itu boleh kapan saja asal bukan waktu yang dilarang dalam mengerjakan sholat sunnah dan waktu yang paling afdhal yaitu di malam hari setelah mengerjakan sholat wajib isya sampai masuk waktu sholat subuh.

Kesimpulan

©prayerinislam.com

Berdasarkan keterangan yang sudah dipaparkan di atas, tata cara shalat istikharah sebagai berikut:

  1. Istikharah dilakukan ketika kamu bertekad untuk berbuat satu hal tertentu, bukan sekedar lintasan batin. Setelah itu dia pasrahkan semua urusannya kepada Allah.
  2. Bersuci, baik itu wudhu atau tayammum.
  3. Mengerjakan shalat dua rakaat. Shalat sunnah dua rakaat ini bebas, maksudnya tidak harus shalat khusus. Bisa juga berupa shalat rawatib, shalat tahiyatul masjid, shalat dhuha, dan lain sebagainya, yang penting dua rakaat.
  4. Ketika mengerjakan sholat tidak ada bacaan surat khusus. Artinya dicukupkan membaca Al-Fatihah (ini wajib) dan surat atau ayat yang sudah kamu hafal.
  5. Berdoa setelah salam dan dianjurkan menengadah kedua tangan. Caranya: membaca salah satu diantara kedua pilihan doa yang ada di atas. Setelah doa kamu langsung menyebutkan permintaan (perkara yang sedang kamu hadapi) dengan bahasa bebas. Misalnya: bekerja di perushaan A atau B, menikah dengan si A atau B atau berangkat ke kota A atau B, dan lain sebagainya.
  6. Melakukan apa yang sudah menjadi tekadnya. Jika menemukan halangan, berarti itu sebuah isyarat bahwasanya Allah tidak menghendaki hal itu terjadi pada kamu.
  7. Apapun hasil akhir setelah kita melakukan istikharah, itulah yang terbaik untuk kita. Walaupun hasil itu bisa jadi tidak sesuai dengan apa yang sudah kita harapkan sebelumnya. Karena itu, kita harus berusaha lapang dada dan ridha dengan kehendak Allah untuk kita. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan dalam doa di atas, dengan menyatakan, [ ثُمَّ أَرْضِنِى] “kemudian jadikanlah aku ridha dengannya” maksudnya ialah ridha dengan apa yang sudah allah kehendaki, meskipun tidak sesuai keinginanku. Allahu a’lam.

Itulah keterangan tentang sholat istikharah, doa dan waktu yang baik untuk mengerjakannya. Mudah-mudahan dengan tertulisnya artikel ini, kita bisa menambah ilmu dan keberkahan dalam mengamalkannya. Terimakasih untuk kunjungannya dan selamat beraktifitas.

Tinggalkan komentar