Niat Puasa Senin Kamis Dan Puasa Sunnah Lainnya Yang Benar

NIAT PUASA SENIN KAMIS – Puasa merupakan salah satu ibadah yang memiliki banyak sekali manfaat. Selain ibadah dengan pahala yang besar apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh, ternyata bagus untuk kesehatan. Tidak heran banyak sekali yang menyukai ibadah puasa, bahkan sudah menjadi tren di negara-negara besar, terutama negara muslim (Timur Tengah).

Selain puasa wajib, ada banyak puasa sunah yang memiliki anak manfaat, salah satunya adalah puasa Senin dan Kamis. Bagi mereka yang sudah  terbiasa melakukan puasa tentunya sudah merasakan manfaatnya dan pastinya sudah hafal niat-niatnya.

Namun tidak sedikit yang mencari artikel mengenai niat puasa Senin Kamis, maupun niat puasa sunah lainnya. Dalam artikel ini akan banyak kami berikan contoh puasa wajib dan sunah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan beserta niat dan artinya. Sebaiknya anda membaca artikel ini dengan seksama, dengan demikian akan lebih mudah dipahami.

Niat Puasa Senin Kamis

niat puasa senin kamis

Mungkin melakukan puasa dalam kali dalam seminggu merupakan hal yang berat untuk dilakukan, terlebih bagi mereka yang memiliki aktivitas berat. Namun apabila dilakukan secara tindan sudah menjadi kebiasaan dan dibarengi dengan ikhlas, maka hal tersebut bukanlah suatu alasan.

1. Niat Puasa Senin Kamis (Hari Senin)

Nawaitu sama yaumal isnaini sunatan lillahi tala

Artinya : saya niat berpuasa sunah hari senin karena Allah tala

Itu merupakan niat puasa senin Kamis yang dilakukan ketika hari senin.

2. Niat Puasa Senin Kamis (Hari Kamis)

Berikut ini niat puasa Senin Kamis yang dilakukan ketika jatuh hari Kamis.

Nawaitu sama yaumal khomsi sunatan lillahi ta’ala

Artinya : Saya niat berpuasa hari Kamis karena Allah taala

3. Manfaat Puasa Senin Kamis

Setelah mengetahui Niat Puasa Senin Kamis sebaiknya anda juga mengetahui manfaatnya. Apabila dilihat dari segi kesehatan dan manfaat lainnya, puasa ini tentunya memiliki banyak manfaat. Selain bernilai pahala yang besar, puasa juga mampu membuat tubuh menjadi lebih cantik dan baik. Apabila masih belum percaya dapat ditanyakan ke dokter.

Puasa sunah yang sering dilakukan oleh orang islam, amalan puasa Senin Kamis juga sangat dianjurkan untuk dilakukan. Selain banyak dianjurkan, ternyata puasa ini juga sering diamalkan langsung oleh Rasulullah SAW sebagai utusan Allah SWT. Dan kita tentunya sudah mengetahui bahwa apa yang dilakukan rasul secara langsung tentunya baik dan dianjurkan kutuk dilakukan umatnya. Selain itu, hari Senin merupakan hari baginda nabi dilahirkan, namun kedua hari tersebut merupakan hari penyetoran amal manusia. Sehingga ketika amal disetorkan, maka kita sedang dalam keadaan berpuasa.

Niat Puasa Ramadhan

niat puasa senin kamis

Setelah memahami niat puasa Senin Kamis, berikut ini niat puasa wajib Ramadhan.

1. Niat Puasa Ramadhan

Nawaitu shouma ghodin ‘an adaa’i fardhi syahri somadhona hadihis-sanati lillahi ta’aalaa

Artinya : saya niat berpuasa hari esok untuk menjalankan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala

Pembacaan niat puasa biasanya dimulai sejak setelah magrib hingga sebelum datangnya waktu imsak di hari berikutnya. Jadi niat puasa ini selain dapat dibacakan pada malam hari juga bisa dibacakan pada pagi hari. Namun imsak sebenarnya tidak bisa dijadikan sebagai awal mulainya berpuasa karena awal mulai berpuasa yang ditemukan dalam hadis adalah waktu fajar.

2. Doa Berbuka Puasa Ramadhan

Membacakan doa berbuka puasa adalah sunah dan tidak ada kaitannya dengan sah atau tidaknya puasa. Apabila dibaca maka lebih baik karena akan menambah pahala tambahan, dan ketika tidak dilafalkan maka tidak menjadi masalah. Akan tetapi sebagai seorang hamba yang baik tentunya kita juga meluangkan membaca doa berbuka puasa. Karena membaca doa berbuka puasa bukanlah hal yang berat.  Berikut ini doa untuk berbuka puasa di bulan Ramadhan :

Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’ala rizqika aftortu birohmatika Yaa arhamarrohimiin

Memiliki arti : ya Allah, sebabmu ku berpuasa dan dengan Mu aku beriman, kepadamu aku berserah diri dan dengan rezekimu aku berbuka (puasa, dengan rahmat Mu, Ya Allah tuhan maha pengasih.

Lafal bacaan doa berbuka puasa di atas memang sudah mahsyur dan terkenal. Saya sendiri juga dari kecil ring menggunakan doa tersebut karena memang sudah kebiasaan. Sebelumnya saya pribadi membaca doa tersebut tanpa mengetahui hadisnya.

Namun setelah dipelajari lebih dalam, ternyata doa tersebut bersumber dari hadis yang dhaif. Doa tersebut ternyata diriwayatkan Abu Daud dalam Sunan-nya no. 2358 secara mural (tidak terdapat perawi sahabat diatas tabi’in), dari seorang Mu’adz bin Zuhrah. Sementara itu ia adalah seorang tabi’in, sehingga menjadikan hadis ini memiliki sifat mursal. Dalam ilmu hadis, hadis mursal dikatakan lemah karena memiliki Sanad yang terputus.

Doa tersebut juga dinilai dhaif oleh Al-Albani seperti keterangannya dalam Dhauf Sunan Abu Daud 510 dan Irwaul Gholil 4:38.

Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan :

Artinya : “Sanad dari hadis ini lemah(dhaif), karena dia dalamnya ada Daud bin Az-Zibriqon, dan dia merupakan perawi matruk”. (At-Talkihis Al-Habir, 3 : 54).

3. Doa Yang Diamalkan Rasul

Lantas bagaimana doa yang biasa diamalkan rosul ? berikut penjelasannya.

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, beliau (Rasulullah SAW) bersabda :

Artinya : Rasulullah SAW apabilabeliau berbuka puasa, beliau membaca doa : “ Dzahaba-adz Dzama’u, Wabtalati-l ‘ Uruuqu Kwa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah”. (HR. Abu Daud 2357)

Dari hadis di atas sudah sangat jelas bahwa ketika kita hendak berbuka puasa di bulan Ramadhan untuk membaca lafal doa tersebut. Sebagai mana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW sebagai berikut :

Dzahaba-dz Dzoma’u, Wabhtalati-L Urugu wa Tsabata-l Ajru Insyaa Allah

Artinya : Telah hilang dahaga urat-urat yang telah basah, dan telah diraih (memperoleh) pahala Insya Allah.

Apabila dikaji secara mendalam, banyak sekali hal yang membahas masalah tentang berpuasa. Maka sebaiknya anda juga memiliki banyak referensi dan dilihat referensi tersebut, tentunya anda akan menjadi paham secara keseluruhan.

Niat Puasa Syawal

niat puasa senin kamis
rancahpost.co.id

Puasa ini termasuk dalam puasa yang sangat dianjurkan untuk dijalankan setiap muslim. Sama seperti puasa sunah Senin Kamis yang tentunya memerlukan baca Niat Puasa Senin Kamis. Puasa Syawal juga memerlukan bacaan niat puasa Syawal.

Amalan ini adalah puasa yang dilakukan setelah hari raya Idul Fitri selama 6 hari batas pelaksanaannya. Puasa ini hukumnya sunah berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Ayyub Al-Anshari r.a. ia mengatakan bahwa Rasulullah bersabda. “barang siapa yang berpuasa di ban Ramadhan kemudian dibarengi dengan berpuasa enam hari pada bulan Syawal, seolah-olah ia berpuasa sepanjang masa”.

1. Niat Puasa Syawal

Sama seperti niat puasa senin Kamis, sebelum membaca niat puasa Syawal sebaiknya membaca bismillah terlebih dahulu.

Nawaitu Shauma Syahri Syawwaala Sunnata Lillahi Ta’ala.

Artinya : saya niat berpuasa syawal karena ridho Allah ta’ala.

2. Waktu Puasa Syawal

Terdapat beberapa poin mengenai waktu pelaksanaan  puasa syawal ini, berikut poinnya :

a. Kebolehan tidak berurutan

Tata cara pelaksanaan yang paling baik adalah setelah hari raya. Kemudian dilakukan puasa selama enam hari berturut-turut mulai tanggal 2 bulan Syawal. Walaupun demikian, terkadang ketika tidak bisa melakukan puasa secara berturut-turut, masih ada pendapat lainnya. Pendapat lain tersebut adalah boleh melakukan puasa Syawal enam hari tersebut tidak secara urut, namun yang terpenting dalam bulan Syawal. Wallahu a’lam.

b. Keutamaan Berurut-urut

Dalam Syarh Muslim, karya Imam Nahwawi di bagian 8 halaman 56 mengatakan “ Ulama mazhab Syafi’i bahwa yang paling afdal adalah melakukan puasa secara berurutan dalam bulan Syawal. Namun seorang yang melakukan puasa secara tidak beruntun atau diakhiri hingga bulan Syawal tetap akan mendapat keutamaan ibadah puasa Syawal. Dengan catatan orang tersebut sebelumnya berpuasa di bulan Ramadhan.

c. Apabila Syawal Sudah Berakhir

Seseorang juga boleh berpuasa setelah hari raya Idul Fitri, baik secara berurutan maupun tidak berurutan karena hal ini terdapat kelonggaran. Tetapi jika seorang berpuasa hingga berakhir atau keluar dari waktu bulan Syawal bukan karena udzur. Maka ia tidak memperoleh keutamaan puasa Syawal.

d. Bagi Yang Berudzur

Apabila seseorang memiliki halangan atau kendala yang tidak dapat dihindari maka terdapat ketentuan lain. Misalkan seorang tersebut mengalami sakit, seorang musafir, nifas, maka boleh tidak melakukan puasa enam hari ban Syawal. Orang tersebut boleh melakukan qadha’ atau mengganti puasa tersebut di bulan Dzulqa’dah.

Niat Puasa Rajab

niat puasa senin kamis
islamhariini.com

Berikut ini penjelasan mengenai puasa Rajab.

1. Bacaan Niat

Sama seperti niat puasa Senin Kamis, puasa Rajab juga memiliki niat yang hampir sama yaitu diawali dengan nawaytu :

Nawaitu Shauma Syahri Rajaba Lllahi Ta’alaa

Artinya : “ saya niat berpuasa di bulan Rajab , sunah karena Allah ta’alaa”.

2. Keutamaan Puasa Rajab

Banyak selai hadis yang menganjurkan berpuasa di bulan Rajab. Rajab termasuk dalam bulan yang tergolong bulan haram, cukup banyak hujjah atau landasan mengenai puasa di bulan ini. Rasulullah pernah bersabda “Puasalah di bulan-blan haram”.

Banyak sekali hadis yang meriwayatkan sabda rasul tersebut, seperti Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad. “Usamah berkata pada Rasul “wahai Rasulullah, saya tidak melihat puasa yang banyak dilakukan Rasul sebanyak Rasul melakukan dalam bulan Sya’ban. Rasul menjawab : Bulan sya’ban merupakan bulan antara Rajab dan Ramadhan yang dilupakan kebanyakan orang”.

Asa-Syukani juga berpendapat dalam tulisannya di Nailul Authar, dalam bahasan sunah ungkapan Nabi. “Bulan Sya’ban merupakan bulan antara Rajab dan Ramadhan yang dilupakan kebanyakan orang”. Hal tersebut secara implisit mengatakan bahwa bulan Rajab juga disunahkan untuk melakukan puasa di dalamnya.

Imam muslim juga meriwayatkan dalam sahih muslim bahwa puasa di bulan haram sangat baik dilakukan. Bahkan rasul juga mengatakan bahwa berpuasa di bulan mulia seperti ini adalah yang paling baik setelah berpuasa di bulan Ramadhan. Nabi bersabda : “utama-utamanya berpuasa di setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab).

Di antara keempat bulan tersebut yang paling utama dalam melakukan puasa adalah bulan Muharram kemudian Syaban. Namun terdapat pendapat lain yang mengatakan bahwa yang lebih utama setelah puasa di bulan Ramadhan adalah puasa Rajab.

Imam Nawawi mengatakan bahwa telah jelas sahih riwayat bahwa rasul menyukai melakukan puasa dan  memperbanyak ibadah di ban haram. Dan Rajab adalah salah satu dari bulan haram tersebut yang dilakukan rasul untuk memperbanyak ibadah. Selama tidak ada pelanggaran khusus puasa maka tak ada kekuatan yang melarang puasa Rajab dan ibadah lain di bulan Rajab. (Syarh Nawawi ‘ala Shahih Muslim).

Niat Puasa Arafah

niat puasa senin kamis
satujam.com

Berikut ini penjelasan puasa Arafah.

1. Bacaan Niat

Hampir sama dengan niat puasa Senin Kamis, niat puasa Arafah diawali dengan nawaytu :

Nawaitu Shauma Arafata Sunnatan Lillahi Ta’aalaa

Artinya : Saya niat berpuasa sunah  Arafah karena Allah ta’aalaa

2. Keistimewaan Puasa Arafah

Berikut ini beberapa Fadhilah melakukan ibadah Puasa Arafah. Diantaranya :

  • Allah SWT mengampuni dosa hambanya yang telah lewat selam dua tahun lalu, dan dosa selama dua tahun yang akan datang.
  • Orang yang berpuasa akan dijaga oleh Allah SWT selama berusaha terhindar dari dosa
  • Pembebasan dari siksa api neraka

Selain ketiga poin di atas, Puasa Arafah juga menjadi sangat utama untuk dilakukan karena dikerjakan di hari Arafah. Pada hari tersebut, Allah SWT banyak sekali membebaskan hambanya dari siksa neraka terdapat hadis yang diriwayatkan imam muslim. “ Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hambanya dari siksa neraka melebihi hari Arafah”.

Prof Dr Wahbah Az Zuhaili juga pernah menuliskan dalam fiqihnya “Fiqih Islam wa Adillatuhu menunjukkan keutamaan ibadah ini. “Terdapat empat perkara yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasul SAW, yaitu puasa syura, puasa hari Arafah, puasa setiap bulannya selama tiga hari, dan salat sunah dua rakaat sebelum subuh”. (Hadis Riwayat An Nasa’i dan Ahmad). Selain itu, Fiqih karya Sayyid Sabiq yang (Fiqih Sunnah) juga menyebutkan hal serupa.

Adapun  seorang pada tahun pertama dosanya akan diampuni. Sebagian Ulama memiliki pendapat bahwa seorang yang melakukan maksiat pada tahun itu, selama orang itu bertobat maka puasa Arafah tahun lalu akan menebus dosanya. Sungguh besar sekali kebaikan Allah SWT kepada hambanya.

Niat Puasa Idul Adha

niat puasa senin kamis

Salah satu ibadah yang sangat dinantikan muslimin muslimat adalah puasa di bulan Ramadhan. Sebagaimana yang sudah diketahui oleh muslim. Bahwa menjelang hari raya Idul Adha terdapat dua hari puasa yaitu puasa sunah Tarwiyah dan puasa sunah Arafah. Kedua ibadah ini merupakan puasa yang dilakukan pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah.

Bagi anda yang hendak melaksanakan puasa Idul Adha, berikut kami berikan bacaan niatnya :


Nawaitu Sauma Tarwiyah Sunnata Lillahi Ta’ala

Artinya : Saya niat berpuasa sunah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.

Sama seperti puasa Arafah, puasa tarwiyah juga sangat dianjurkan untuk dilaksanakan umat muslim. Selain mendapatkan pahala yang lebih, puasa ini juga akan memberikan rasa nikmat. Muslimin dan muslimat juga akan mengetahui bagaimana yang dirasakan jamaah haji yang sedang menjalankan ibadahnya di tanah suci (Arab).

Niat Puasa Muharram

niat puasa senin kamis
nettik.net

Puasa Muharram merupakan ibadah puasa yang paling utama setela puasa ramadhan, sebaiknya anda mengetahui mengenai ibadah ini.

1. Bacaan Niat


Nawaitu Shauma Asyura Sunnatan Lillahi Ta’alaa

Artinya: saya niat puasa hari sunah syura karena Allah ta’ala.

2. Dasar Hukum Puasa Muharram

Tanggal 10 bulan Muharam dikenal dengan istilah Yaumu Asyuro yang memiliki arti hari pada tanggal kesepuluh ban Muharam. Kata Asyuro memiliki asal dari ‘asyarah’ (bahasa Arab) yang mempunyai makna kesepuluh. Pada tanggal 10 bulan Muharam tersebut terdapat sunah kepada umatnya untuk berpuasa. Beberapa dalil diantarnya adalah  sebagai berikut :

a. Puasa Yang Utama Dilakukan setelah Puasa Wajib Bulan Ramadhan

Dalam hadis yang diriwayatkan anak perawi mengatakan bahwa puasa di bulan Muharram adalah utama dibanding puasa di bulan lainnya. Dari Abu Hurairah RA, bahwa rasul bersabda “puasa paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram. Sedangkan ibadah shalat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam.” (Hadis Riwayat Abu Hurairah).

Disebutkan juga asal asal penetapan bulan Muharram dalam hadis lainnya. “Dari Ibnu Abbas R.A bahwa Rasulullah SAW ketika datang ke Madinah, mendapati seorang yahudi yang sedang berpuasa set hari, yaitu “ Asyuraa (10 Muharram). Mereka mengatakan, “ hari ini merupakan hari yang agung ketika Allah menyelamatkan Musa serta pengikutnya dan menenggelamkan Firaun beserta keluarganya. Maka Nabi Musa AS melakukan ibadah puasa sebagai bukti rasa syukur kepada Allah.

Berdasarkan Hadis Riwayat Muslim, terdapat sabda beliau yang intinya sebagai berikut : Rasul Muhammad SAW bersabda. “saya memiliki hak lebih mengikuti Musa AS daripada mereka.” Maka Rasul SAW berpuasa dan memerintahkan umatnya untuk melaksanakan ibadah puasa.

Dari abu Hurairah RA. Berkata, Rasul Muhammad SAW bersabda, “ sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharam. Dan sebaik-baiknya ibadah salat wajib adalah salat malam.” (Hadis Riwayat Muslim).

Memang dalam sejarah terdapat kesamaan dalam ibadah yang dilakukan oleh orang yahudi tersebut yaitu berpuasa di bulan Muharam. Namun rasul SAW menganjurkan umatnya untuk tidak hanya berpuasa pada tanggal 10 saja, melainkan juga berpuasa sebelum dan setelah 10 Muharam.

b. Hukum Puasa Muharram Merupakan Sunah

Pada awalnya, berpuasa di bulan Muharam merupakan kewajiban dan sudah menjadi tradisi masyarakat jahiliah. Namun Rasul SAW  tidak menjadikan puasa Muharam wajib melainkan menyunahkannya dan mewajibkan puasa di bulan Ramadhan.

Dari Aisyah RA diriwayatkan bahwa ia berkata :

Dahulu orang-orang Quraisy pada masa jahiliah melakukan puasa pada hari ‘Asyuro. Maka ketika beliau Rasulullah SAW datang ke Madinah, beliau berpuasa dan memerintahkannya. Kemudian setelah datang perintah dan ditetapkan kewajiban berpuasa di ban Ramadhan, beliau meninggalkan (perintah wajib) puasa ‘ Asyuro. Siapa yang berkehendak maka dia berpuasa, dan siapa yang hendak meninggalkan, maka ia boleh meninggalkannya. (Muttafaq Alaih).

c. Puasa Muharam Menghapus Dosa

Ibadah puasa pada bulan Muharam merupakan salah satu amalan yang dapat menghapuskan dosa yang dilakukan di tahun-tahun sebelumnya dan yang akan datang.

Diriwayatkan Oen Abu tadah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda : “ dan puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah menjadi penghapus dosa selama setahun sebelumnya”.

d. Rasul Tidak Melewatkan Puasa Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan merupakan bulan di mana setiap muslim wajib melakukan puasa. Dan terdapat hadis yang berkaitan dengan puasa Muharam. Ibnu Abbas RA berkata : “ Saya belum pernah melihat Rasulullah SAW mengupayakan berpuasa pada suatu hari melebihi yang Lainnya kecuali pada hari ‘Asyuro dan bulan Ramadhan”.

e. Tidak Ada Ritual Lain Dalam Bulan Ini Selain Puasa Sunah

Meskipun bulan Muharram merupakan bulan yang sangat dimuliakan, namun perlu diingat bahwa tidak ada ritual lain yang dilakukan di bulan ini. Imam Ahmad menyebutkan di dalam Musnadnya dan Ibn Khuzaimah bahwa Rasul Muhammad SAW bersabda dalam hadis. “ Puasalah pada hari Asyuro dan berbedalah dengan umat Yahudi pada masalah ini, hendaklah kalian berpuasa pada hari sebelumnya atau hari sesudahnya”.

Selain belajar Agama dari artikel seperti ini, sebaiknya anda juga sering bertanya langsung kepada ahli agama. Internet dan media lainnya hanyalah sebuah sarana membantu anda dalam proses agama.

Semoga artikel mengenai niat puasa Senin Kamis, hingga niat puasa Muharram ini membantu anda dan menambah wawasan anda. Terima kasih.

Tinggalkan komentar