Kisah Abdurrahman bin Auf Sahabat Terkaya dan Dermawan

Abdurrahman bin Auf adalah sahabat Rasulullah yang  paling kaya, karena do’a yang di panjatkan Rasulullah Saw kepadanya. Ia terkenal dengan kedermawnannya dan keberkahan harta yang di milikinya.

Maka dari itu dengan kisah harta yang diberkahi dan kedermawanannya itu membuat saya ingin menuliskan kisah ini , terkhusus agar bermanfaat untuk saya pribadi dan untuk kita  semua umumnya.

Awal Masuk Islam

majelissirah.com

Abdurahman Bin Auf adalah salah satu orang yang pertama kali masuk islam, dan termasuk 10 sahabat yang dijamin masuk surga, dan juga salah satu dari 6 sahabat syura  pada hari pemilihan khalifah setelah Umar Al-Faruq.

Sedangkan nama pada masa jahiliahnya adalah Abdul Amrin, saat ia masuk islam, Rasulullah Saw mengganti namanya dengan nama Abdurrahman, beliau memeluk islam sebelum Rasulullah Saw masuk ke rumah Al Arqam, 2 hari setelah Abu Bakar memeluk islam.

Sama seperti kebanyakan sahabat yang lainnya, ia juga merasakan penyiksaan setelah dikabarkan keimanannya tehadap Rasulullah Saw, dan ia mampu menghadapinya dengan sabar dan teguh. ia mempertahankan keimanannya dengan melarikan diri ke Habasyah sebagai mana yang dilakukan oleh kaum muslimin lainnya.

pada saat Rasulullah diizikan untuk berhijrah ke madinah, Abdurrahman bin Auf termasuk orang muhajirin pertama yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya.

Persaudaraan

islampedia.net

Saat Rasulullah Saw Menjadikan kaum muhajirin dan anshar bersaudara, Rasullulah Saw menjadikan Abdurrahman bin Auf sebagai saudara Sa’d bin Rabi’ Al anshori. Sa’d berkata kepada sudara barunya yaitu Abdurrahman bin auf.

“Saudaraku, aku adalah penduduk madinah yang paling banyak hartanya dan aku juga memiliki dua kebun, dan punya dua isrti. Pilihlah kebun mana yang kamu sukai sehingga aku memberikannya kepadamu dan pilih satu dari dua istriku, mana yang kamu sukai agar aku menceraikannya untukmu!”

Lalu Abdurrahman bin Auf berkata kepada Sa’ad bin rabi’ Al-Anshori: “Semoga Allah Swt memberkahi keluarga dan hartamu. Tapi tunjukkanlah kepadaku di mana pasar!” lalu saudara barunya itu menunjukkan Abdurrahman bin Auf pasar.

Awal mula Berdagang dan Pernikahan

google.com

Abdurrahman bin Auf pun mulai berdagang dan keuntungan dari hasil ia berdagangt ia tabung. Tidak lama kemudian, uang pun berhasil ia kumpulkan dan ia jadikan sebagai mahar pengantin dan ia lekas menikah.

Maka Rasullulah Saw pun datang dengan membawa minyak wangi, sembari berkata: ya Abdurrahman!

“ia ya Rasulullah” jawab  Abdurrahman r.a

tak lama kemudian Abdurrahman r.a pun mengkabarkan Rasulullah Saw, seraya berkata “Ya Rasulullah, saya ingin menikah”

“mahar apa yang hendak kau berikan kepada calon istrimu?” tanya Rasulullah

“emas seberat satu biji kurma” jawabnya

“buatlah walimah meski hanya dengan seekor kambing yang kamu sembelih. Semoga Allah memberkahi pernikahan dan hartamu” sabda Rasullulah.

Setelah di Do’akan Rasulullah Saw

tuntunansholat.com

setelah di do’akan Rasulullah, Abdurrahman r.a pun kehidupannya menjadi makmur.

Abdurrahman berkata: Seakan dunia mendatangiku sehingga aku merasa, bila aku mengangkat sebuah batu, maka dugaanku, seolah-olah akan menemukan emas atau perak di bawahnya.

Disaat peristiwa perang Badr terjadi, Abdurrahman bin Auf turut berjihad di jalan Allah. Dalam peperangan itu, tidak sedikit dari kaum kafir kurays yang ia bunuh, salah satu dari mereka Umar bin Utsman bin Ka’ab At-Taimy.

Begitu juga pada perang Uhud, ia tetap berada di samping Rasulullah ketika banyaknya tentara muslim meninggalkan medan peperangan. Ia termasuk orang yang teguh berjuang.

Ia keluar dari perang dengan keadaan lebih dari 20 luka sayatan pedang. Sebagian dari luka tersebut amat dalam, sampai tangan seseorang pun bisa dimasukkan.

Abdurrahman bin Auf dengan begitu semangat dan terdapat banyak luka sedari medan peperangan tapi sahabat yang terkenal kaya dan dermawan ini, jihad dengan harta lebih besar lagi dibanding dengan jiwanya.

suatu ketika Rasulullah Saw hendak memberangkatkan sebuah pasukan ke medan perang, lalu ia berdiri di hadapan para sahabatnya dan bersabda: “Bersedekahlah kalian, sebab aku akan mengirim utusan”

Abdurrahman pun pulang kerumah dan lekas kembali. Ia berkata: “Ya Rasulullah, aku mempunyai 4000: Dua ribu aku pinjamkan kepada Tuhanku, dan dua ribu lagi aku sisakan untuk keluargaku.”

Rasulullah Saw lalu bersabda: “Semoga Allah Saw memberkahi harta yang telah kau berikan dan juga memberkahi harta yang kau simpan!”

Perang Tabuk

bangkitwibisono.com

Saat Rasullulah berniat melakulan perang Tabuk, perang terakhir saat Rasulullah masih hidup dengan melawan pasukan Romawi yang jumlahnya tidak sedikit, Otomatis kaum muslimin juga membutuhkan pasukan dan perbekalan yang banyak. padahal di tahun itu di madinah sedang mengalami paceklik.

Perjalanan yang akan mereka tempuh untuk berjihad sangat jauh, dan perbekalan serta kendaraan yang tersedia hanya sedikit.

ketika itu ada sekelompok mukminin mendatangi Rasulullah Saw untuk ikut serta berperang, namun mereka tidak punya kendaraan untuk membawa mereka pergi ke medan perang dan Rasulullah pun tidak bisa menyediakan kendaraan untuk mereka.

Maka Rasulullah harus menolak keinginan mereka dan mereka pun kembali dengan mata berlinang karena sedih tidak bisa ikut perang dan tidak ada yang bisa mereka infakkan. mereka ini di kenal dengan julukan orang-orang yang menangis.

Saat itu Rasulullah Saw memerintahkan kaum muslimin untuk berinfak di jalan Allah Swt dan memohon Allah Swt agar membalas infaknya. Maka kaum muslimin pun bergegas menjawab seruan Rasulullah Saw untuk mengorbankan harta benda mereka. Dan salah satunya adalah Abdurrahman bin Auf. ia menginfakkan hartanya sebanyak 200 awqiyah dari emas.

Lantas Umar bin Khattab pun mengetahuinya seraya berkata kepada Rasulullah Saw: “Menurutku, Abdurrahman bin Auf terlah berbuat dosa, sebab ia tidak menyisakan sedikit harta pun untuk keluarganya”

Lantas Rasulullah Saw langsung bertanya kepada Abdurrahman bin Auf: ” apakah kamu telah menyisipkan harta untuk keluargamu ya Abdurrahman?”

Ia menjawab: “Ya. aku telah sisakan mereka apa yang lebih baik dari apa yang sudah aku infakkan”

“Berapa?” tanya Rasulullah Saw

Ia menjawab: “sebanyak apa yang sudah di janjikkan Allah Dan Rasul-Nya dari rizki, kebaikan, dan balasan.”

Abdurrahman bin Auf Dimuliakan

delingus.blogspot.co.id

Pasukan muslim pun langsung berangkat. Allah memuliakan Abdurrahman bin Auf dalam kesempatan perang Tabuk ini, yang di mana para sahabat yang lain belum pernah menerimanya.

Waktu sholat subuh telah tiba, sedang Rasulullah Saw tidak ada. Maka Abdurrahman bin Auf yang bertindak sebagai imam bagi kaum muslimin sat itu. Saat rakaat pertama hampir selesai, Rasulullah Saw datang, lalu menyusul dalam jama’ah dan sholat sebagai ma’mum.

Apakah ada kemuliaan, melebihi menjadi seorang imam bagi pemimpin Seluruh makhluk dan juga para Nabi, yaitu Muhammad bin Abdullah?!!

Amanat Menjaga Ummahatul Mu’minin

ilmuagama.ne

setelah Rasulullah Saw kembali kepangkuan sang pencipta. yang menjaga keselamatan dan kesejahtraan Ummahatul Mu’minin (istri-istri Rasulullah) adalah Abdurrahman bin Auf.

Dan ia juga sebagai penanggung jawab segala kebutuhan Ummul Mu’minin serta mengadakan pengawalan kepadanya ketika Ummahatul Mu’minin sedang bepergian.

Kebaikan Abdurrahman bin Auf terhadap Ummahatul Mu’minin dan kaum muslimin sangat besar. Terkisahkan saat ia menjual sebidang tanah yang ia miliki seharga 1000 dinar. Ia bagikan semua hasil menjual tanah itu kepada Bani Zahro, orang-orang faqir dari golongan Muhajirin, dan para istri Nabi Saw.

Saat ia mengirim bagian harta untuk Ummul Mukminin Aisyah ra. Lalu ia bertanya, “siapa yang mengirimkan harta ini?”

“Abdurrahman bin Auf.” jawab si pengantar

Aisyah berkata: Rasulullah Saw pernah bersabda: “Tidak ada orang yang bersimpati kepada kalian (istri-istri Nabi) setelah kematianku kecuali mereka orang-orang yang sabar”

Harta yang dimuliakan dan Dermawan

pendoasion.wordpress.com

“Semoga Allah Memberkahi Harta yang Kau Berikan. Semoga Allah Memberkahi Harta yang Kau Simpan.” (Salah Satu Do’a Rasulullah Kepada Abdurrahman bin Auf)

Begitulah do’a Nabi Saw dikabulkan, sehingga Abdurrahman bin Auf senantiasa mendapatkan keberkahan pada hartanya. Bisnis Abdurrahman bin Auf terus berkembang dan bertambah. kelompok pekerja yang ia miliki terus menerus pulang pergi ke madinah sambil membawa gandum, minyak, tepung, minyak wangi, bejana, pakaian dan semua kebutuhan masyarakat madinah.

suatu ketika datang kafilah Abdurrahman bin Auf ke madinah dengan membawa 700 unta serta makanan dan barang-barang yang dibutuhkan oleh penduduk madinah yang diletakkan ke setiap unta.

sesampainya kafilah ini di Madinah, bumi terasa bergetar dan terdengar sorak-sorak manusia. Lantas Aisyah ra bertanya: “ada apa ramai-ramai begini?” seorang menjawab: “ini adalah kafilah Abdurrahman bin auf… dengan 700 unta yang membawa tepung, gandum, dan makanan.”

Aisyah ra berkata: “Semoga allah memberkahi harta yang telah ia berikan di dunia demi balasan akhirat yang lebih besar.”

Kabar tersebut sampai kepada Abdurrahman bin auf sebelum unta-untanya berhenti. Begiti ia mendengar apa yang dikatakan Aisyah Ummul Mu”minin, Aisyah segera ditemui Abdurrahman ra lalu berkata: “Saksikanlah wahai Aisyah Ummul Mu’minin Sesungguhnya ini semua, unta beserta apa yang di bawahnya aku berikan di jalan Allah.”

Do’a Rasulullah Saw terhadap Abdurrahman bin Auf agar ia selalu di berkahi oleh Allah Swt, terijabah dengan kekayaan harta dan kedermawanannya. sehingga ia menjadi sahabat Rasulullah Saw yang paling kaya.

Akan tetapi semua harya yang Abdurrahman bin Auf miliki, tidak menjadikan ia takabur dan kufur nikmat. Bahkan hartanya di pergunakan hanya untuk mencari keridha’an Allah dan Rasul-Nya.

Ia orang yang selalu berinfak, entah dengan tangan kanannya maupun dengan tangan kirinya. Entah dengan terang-terangan maupun dengan cara sembunyi-sembunyi.

Dikisahkan Abdurrahman bin Auf pernah menyumbangkan 40 ribu dirham perak, kemudian ia juga bersedekah sebanyak 100 auqiyah emas, serta 500 kuda yang ia sedekahkan untuk para mujahidin dan 1500 kendaraan untuk mujahidin yang lain.

Pesan Sebelum Wafat

Menjelang Abdurahman bin Auf wafat, banyak budak-budaknya yang ia bebaskan. Dan ia berpesan untuk memberikan Ahlul Badr yang masih hidup 400 dinar emas. Dengan jumlah mencapai 100 orang Ahlul Bader yang masih hidup semuanya mengambil pemberian Abdurrahman bin Auf.

Ia juga berpesan untuk menyedekahkan hartanya yang banyak untuk setiap Ummul Mu’minin. sehingga Aisyah ra seringkali mendo’akan Abdurrahman bin Auf dengan do’a: “semoga Allah memberikannya minuman dari air salsabil

Harta yang di tinggalkan untuk ahli warisnya adalah 1000 unta, 3000 domba, dan 100 kuda, yang mungkin tidak bisa terhitung kekayaannya. Sedangkan istrinya berjumlah 4 orang yang masing-masing dari mereka mendapatkan 1/4 dari 1/8 hartanya.

Ia juga meninggalkan perak dan emas yang menumpuk dan dibagikan ke seluruh ahli warisnya dengan cara tumpukan emas yang ia punya ia hancurkan dengan kapak, sampai orang yang di suruh memukulnya pun kelelahan.

Itu semua terjadi karena ridho Allah Swt agar Allah Swt berkenan memberkahi seluruh harta yang di miliki Abdurrahman bin Auf.

Dengan harta yang ia miliki, tidak menjadikan ia menuhan kan harta bahkan dengan gaya hidupnya yang biasa-biasa saja, menjaadikan orang yang melihat Abdurrahman bin Auf papabila sedang berada dengan budak-budaknya, mereka tidak bisa membedakan mana Abdurrahman dan mana para budaknya.

Tadabbur

Suatu hari Abdurrahman bin Auf mendapatkan makanan padahal saat itu ia sedang dalam keadaan berpuasa. Lalu ia melihat orang yang telah membawa makanan tadi, sambil berkata: “Mus’ab bin Umair, ia lebih baik dariku terbunuh.

Kami melihatnya dalam keadaan tidak memiliki apa-apa selain kain kafan yang cuma bisa menutupi kepalanya tapi kakinya terlihat, ketika kakinya yang di tutup, maka kepalanya yang terlihat. Lalu Allah Swt membentangkan dunia kepadaku sehingga aku menjadi orang yang kaya. Aku khawatir apabila balasan amalku sudah didahulukan (diberikan di dunia). ”

Kemudian ia menangis tanpa henti sehingga makanan tersebut basi.

Sangat beruntung Abdurrahman binAuf.

Sebab Rasulullah Saw menjadikannya salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga. saat ia wafat Dzu Nuraini Utsman bin Affan ikut serta mensholatkan jenazahnya.

Jenazahnya pun di  antarkan oleh para sahabat Rasulullah Saw yaitu Sa’d bin Abi Waqosh (paman Rasulullah Saw), Ali bin Abi Thalib (Amirul Mukminin) sampai ke tempat peristirahatannya yang terakhir, sambil berkata: “Pergilah! Engkau telah menemukan kebenaran-Nya dan engkau telah meninggalkan tipu daya-Nya. Semoga Allah merahmatimu!”

Untuk mengenal lebih jauh profil Abdurrahman bin Auf silahkan merujuk:

1.  AlIsti’ab (dengan Hamisyh Al Ishabah): 2/393

2. As Sirah An Nabawiyah karya Ibnu Hisyam: (Lihat Daftar Isi)

3. Al Thabaqat Al Kubra: 2/340

4. Tarikh Al Khamis: 2/257

5. Al Bidayah wa An Nihayah: 7/163

6. Al Bad’u wa At Tarikh: 5/86

7.Tahdzib At Tahdzib: 6/242

8. Al Riyadh An Naadhrah: 2/281

9. Al Jam’u baina Al Rijal Al Shahihin: 281

10. Hayatus Shahabah: (Lihat Daftar Isi)

11. Al Ishabah: 2/416 atau Tarjamah 5179

12. Hilliyatul Awliya: 1/98

13. Shifatus Shafwah: 1/135

COPY CODE SNIPPET

Tinggalkan komentar