Si Gandul, Domba yang Tak Tau Balas Budi

Mengenang cerita si gandul sosok domba yang galak.

Tepatnya tanggal 1 Agustus 2015, saya masuk di Pesantren Tahfidz Al-Amanah Cibubur Jakarta Selatan, untuk menghafalkan Al-Qur’an. Perjalanan dari kampung halaman ke pondok membutuhkan waktu kurang lebih 7 jam.

Sampai di pondok, siang menjelang Sholat Ashar, tanpa ada penyambutan dari siapa-siapa saya pun istirahat sejenak di pendopo masjid pondok sambil menunggu datang waktu Sholat Ashar, ya mungkin di waktu itu teman-teman yang berada di pondok lagi pada tidur siang, jadi tak ada satu pun yang menyambut kedatangan saya.

Waktu Ashar telah tiba, satu persatu para santri keluar dari asrama untuk menunaikan Sholat Ashar berjama’ah. Setelah Sholat Ashar, teman-teman pun mulai memperkenalkan dirinya masing-masing dan begitu juga dengan saya. Dan saya dipersilahkan untuk beristirahat di asrama.

Satu malam aku lewatkan bersama teman-teman baru saya di pondok itu, pagi hari aku mulai memberanikan diri untuk keluar asrama dan menikmati indahnya udara pagi.

Sesampainya saya keluar dari asrama, dan berdiri persis di depan pintu utama, saya lihat di sebelah kiri tepat aku berdiri, ada seorang santri yang sedang kewalahan mengeluarkan seekor domba jantan, dua ekor domba betina dan satu ekor anaknya yang masih kecil.

Pada akhirnya ia pun berhasil mengeluarkan semua domba itu, dan mengikat domba betina di pohon depan asrama. Domba jantan sengaja tidak di ikat, karena si jantan tidak akan kemana tanpa ada si betina.

Awal Perkenalan dengan Si Gandul

regional.kompas.com

domba jantan itu, biasa santri panggil dengan sebutan Si Gandul. Sore hari saya dan teman saya yang bernama Iman berniatan ingin menikmati suasana sore di depan asrama. Sesampainya kita keluar dari asrama, kita pun lekas mendekati kambing betina untuk sedikit bermain-main dengannya.

Tak sangka dan tak terduga, ternyata Si Gandul tidak terima dengan kedekatan kami yang mendekati istri-istrinya, dia pun marah dan mendekati si betina dengan mimik wajah marah kepada kami. Dikira si gandul tidak begitu galak, ternyata dia spesies domba yang galak, kayaknya dia ada sedikit keturunan Domba Garut.

keisengan kami pun semakin jadi dan Si Gandul tetap mengelilingi domba betina seolah tidak terima dengan perlakuan kami terhadap istri-istrinya. Padahal kami cuma mengelus bulu-bulunya saja. Tapi mengapa ketenangan Si Gandul semakin terusik, dan pada puncak kemarahannya Si Gandul pun mengejar kami berdua.

Kami lari dengan berselisih arah, Imam lari di sisi kiri dan saya lari di sisi kanan. Tapi mengapa Si Gandul malah memilih untuk mengejar saya, dan akhirnya pantat saya terkena serudukannya, untungnya tidak terlalu keras dan tidak membuat saya tersungkur ke tanah.

Setelah sasarannya kena, si gandul kembali ke tempat semula untuk menjaga sang domba betina. Hari demi hari, waktu demi waktu telah kami lewati, dan keganasan si gandul pun kami jadikan bahan mainan untuk menambah keceriaan kami di pondok.

Amanat Mengasuh si Gandul

pixabay.com

Tapi mengapa suatu hari tanpa keterangan yang pasti, pengasuh Si Gandul mengundurkan diri dari amanat mengasuh Si Gandul dan dua istrinya beserta satu anaknya. Dan ketika itu juga tak tau mengapa pengurus pesantren memanggil saya untuk memasuki kantornya, yang katanya ada hal yang perlu dibicarakan.

Saya pun bergegas masuk ke kantor dan lama berbincang kurang lebih hampir 30 menit kami bicar, yang intinya adalah amanat untuk mengurus domba di bebankan pada saya dengan alasan domba tidak ada pengurusnya lagi, dan saya orang yang sering membantu untuk mengeluarkan dan memasukkan domba dari kandangnya.

Dengan berat hati dan rasa tidak yakin untuk menangani kelakuan Si Gandul yang galak itu, akhirnya saya pun menerima amanat itu, tapi dengan syarat ada yang menemani untuk membantu dalam mengasuh domba-domba itu. Dan akhirnya syarat itu di iakan oleh pengurus.

Saya dan Kurniawan (nama teman yang juga ikut serta menggembala domba) memulai hari pertama kita dengan kesulitan mengeluarkan domba-domba itu. Pasalnya apabila domba betina dulu yang keluar dari kandang, maka si gandul akan mengamuk tidak karuhan, dan terkadang ingin menyeruduk kami.

Lebih kesalnya lagi si gandul tidak mau keluar duluan dan setia untuk menjaga istri tercintanya. Berhari-hari kami mendapatkan kesulitan untuk menggembala domba. Dari tingkahnya yang tidak jelas, sifatnya yang selalu ingin nyeruduk siapa saja yang menggangu istri-istrinya, memaksa kita untuk selalu sabar dalam menghadapinya.

Kekuatan Si Gandul yang Super Kuat

kabardalamgambar.blogspot.co.id

Kekuatan Si Gandul yang super kuat membuat kami ekstra hati-hati dalam berintraksi dengannya. Kekuatannya itu bisa memutuskan tambang yang biasa di pakai untuk mengikat kerbau. Itulah alasan mengapa Si Gandul tidak diikat.

Pernah kami coba berkali-kali untuk mengikat Si Gandul, tapi apa yang terjadi? Si Gandul akan berteriak tidak karuhan, membuat kami yang sedang menghafal Al-Qur’an terusik dan tingkahnya yang akan mengamuk seakan ingin melepaskan ikatannya, sampai pada akhirnya kalu bukan patok ikatannya yang lepas pasti tambang ikatannya yang terputus.

Tingkah Si Gandul

blog.umy.ac.id

Tenaganya yang kuat, menjadikan si gandul banyak tingkah seolah-olah dia penguasa di mana kakinya berpijak. Dan gara-gara tingkahnya pula banyak orang yang di rugikan.

Tingkah yang Pertama Suka Nyeruduk Orang

Penjagaan terhada para istri-istrinya yang membuat dia sering menyeruduk siapa saja yang mendekati si domba betina. Begitu juga dengan kami yang mengurusnya, yang mengeluarkannya dari kandang, dan juga yang memasukkannya ke kandang, tidak terhindar dari sasaran serudukannya.

Sering kami mendapatkan prilaku kasar darinya, padahal kami cuma ingin mematok dan melepaskan ikatan tambang yang ada di leher domba betina, tapi tetap saja kami dikira mengganggu istri-istrinya itu. Lebih parahnya lagi kami selalu jadi target sasaran serudukannya.

Penyerudukan yang ia lakukan pun pernah mengenai saya dan Kurniawan (partner gembala). Saya sering mendapatkan serudukannya, tapi yang paling parah dari prilakunya itu, saya pernah diseruduk sampai jatuh di dalam parit, Untungnya waktu itu parit lagi tidak berair. Padahal aku punya niatan baik.

Saya Terseruduk

Jadi kejadiannya kaya gini, Suatu ketika saya pernah mengikat Si Gandul di pohon besar samping parit dengan tambang yang panjangnya sekitar 5 meter, terus dia banyak tingkah sampai tambang ikatannya melilit mengelilingi pohon besar itu, sampai dia pun tidak bisa bergerak kecuali teriak-teriak.

Saya merasa iba melihat Si Gandul yang tak berdaya itu, lantas saya lepaskan ikatannya sampai tambang pun menjadi panjang 5 meter seperti semula. Tapi apa yang terjadi, ternyata Si Gandul sudah dalam keadaan posisi satu untuk menyeruduk saya.

Pas saya balik badan ternyata dia sudah lari menghampiri saya dan duaaaar! saya pun terpental jatuh ke parit. Sakit, marah, dan rasa ingin membalas yang aku rasakan saat itu. Dan emosi yang tak terkontrol pun menjadikan saya bertingkah tak ada ampun untuknya.

Saya ikat Si Gandul di kandangnya dan mengambil air kolam dengan ember besar dan menyiramkannya tanpa henti serta tak ada kata ampun untuknya, sampai akhirnya saya pun tersadar bahwa Si Gandul cuma sekedar hewan biasa yang tak berakal.

Kurniawan Terseruduk

Begitu juga yang dialami oleh Kurniawan banyak serudukan yang ia alami tapi kejadian yang paling parah yang dia rasakan ialah saat kakinya biru membengkak karena serudukan Si Gandul terhadapnya.

Singkat cerita Kurniawan sedang mematok tali ikatan domba betina, tanpa terlihat, ternyata Si Gandul sudah bersiap-siap untuk menyerang, pas si gandul menyerang, Kurniawan pun melihatnya lantas dengan sigap kakinya pun ia angkat untuk melindungi serangan Si Gandul.

Alhasil kakinya membengkak, dan sekitar 3 hari kakinya baru membaik.

Tingkah yang Kedua, Makan Tanaman

google.com

Kenakalannya bukan hanya menyeruduk sesuka-suka dia, tapi dia juga suka makan tanaman yang dilarang tuk dimakan. Dimulai dari tanaman punya pondok seperti sayur kangkung, bayam, dan cabai. Juga tanaman milik orang lain yang kebunnya tidak jauh dari halaman pondok.

Sampai pernah suatu ketika pondok suruh mengganti rugi tanaman sayur milik Pak. Sudiro yang katanya habis di makan si gandul dan istri-istrinya.

Tingkah yang Ketiga Susah Diatur

Sering kami kesal dengan prilakunya yang susah diatur itu. Dimulai dari keluar kandanngnya yang susah, masuknya pun susah, sering kabur dari pondok, dan disaat musim kawin tiba, pernah kami ingin menangis dibuatnya, kenapa? Karena dengan tingkahnya itu yang sering mengejar domba betina membuat kami kewlahan tuk menangkapnya.

Sate Domba Gandul

domba

Karena tingkahnya yang galak dan suka nyeruduk orang, kami pernah membuat video amatir aksi domba nyeruduk. Kurniawan sebagai lakonnya, membuat Si Gandul emosi dan menyerang Kurniawan. Tapi dengan sigap kurniawan langsung lompat melewati atas kepala domba, sehiongga dia pun tidak terkena serudukannya.

Diulang berkali-kali sampai video itu berdurasi kurang lebih 40 detik dan terunggah di Youtube dengan judul “kambing ganas vs manusia cerdik“. Akhirnya video itu tersebar dan di tonton oleh banyak orang. Lebih hebohnya lagi donatur Pondok Pesantren Al-Amanah menonton video itu.

Setelah menonton video itu, Pak. Salmin (donatur Pondok) menyuruh kami agar domba itu segera disembelih, karena takut membahayakan anak SDIT President Islamic School (PIS). Yang dimana SDIT PIS itu berada di ruang lingkup pesantren.

Dengan adanya perintah ini, Pro dan kontra antara santri pun terjadi, ada yang setuju dan ada juga yang tidak setuju. Tapi berhubung saya sebagai pengurus domba menyetujui perintah penyembelihan itu, ya, tentunya dengan banyak alasan. Akhirnya pengurus pondok juga, ikut setuju untuk menyembelih Si Gandul.

Tepatnya pada tanggal 7 Februari 2016 Si Gandul disembelih, dagingnya kita jadikan sate kambing Si Gandul dan tulangnya kita jadikan sup tulang kambing Si Gandul.

COPY CODE SNIPPET

Tinggalkan komentar