√Kumpulan Dzikir dan Doa Setelah Sholat yang Sesuai Hadits Shahih

Doa Setelah Sholat – Sesudah kita melaksanakan sholat fardhu atau sholat sunnah, hendaknya kita tidak meninggalkan amalan yang diajarkan oleh Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam yaitu dzikir atau doa setelah sholat. Setelah salam, jangan buru2 bergegas dari tempat kita sholat sebelum kita berzikir setelah sholat lalu dilanjutkan dengan memanjatkan doa sesempat mungkin kita punya waktu.

Diantara sholat wajib dan sholat sunnah memiliki doa khusus dari masing-masing sholat. Contohnya dalam sholat sunnah tahajud, memiliki doa khusus setelah melaksanakan sholat tahajud, walaupun hukum bacaan itu tidak diwajibkan. Dan masih banyak lagi contoh sholat-sholat yang memiliki doa khusus setelah mengerjakannya.

Meskipun secara umum kita tidak mengapa untuk meninggalkan doa khusus itu, tapi alangkah lebih baiknya jika kita berdoa sesuai dengan sholat yang kita kerjakan. Mengingat sholat fardhu merupakan sholat yang wajib kita kerjakan dan sudah menjadi rutinitas kita sebagai umat muslim, sudah pasti kepentingan doa dan fadhilahnya lebih hebat lagi.

Doa sholat fardhu ini ialah kumpulan dari berbagai macam doa yang diambil dari keterangan Rasulullah setelah mengerjakan sholat fardhu. Dan tidak cukup dari doa yang ditulis disini yang bisa kamu amalkan, kamu juga bisa menambahkannya lagi sesuai dengan kebutuhan atau hajat yang sedang kamu hadapi.

Dalam berdoa tidak diwajibkan menggunakan Bahasa Arab, melainkan kita juga diperbolehkan menggunakan Bahasa Indonesia atau bahasa daerah kita masing-masing. Karna sesungguhnya Allah maha mengetahui atau mengerti dan Allah lah yang menciptakan berbagai macam bahasa itu.

Baca Dzikir Setelah Sholat Fardhu

Berdoa atau berzikir setelah melaksanakan sholat fardhu banyak fariasi doanya. Yang mana doa-doa ini dikutip dari hadits-hadits Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam. Salah satu dari berbagai macam zikir itu adalah apa yang akan saya bahas kali ini.

Bacaan Yang Perama

أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

Astaghfirullaåh. Astaghfirullaåh. Astaghfirullaåh. Allahumma anta ssalaam, wa mingka ssalaam, tabarakta ya dzaljalaali wal ikraam.

“Saya meminta ampun kepada Allah.(dibaca 3x) Ya Allah Engkau yang Maha Sejahtera, dan dari-Mu lah kesejahteraan, Maha Suci Engkau wahai Rabb yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan.” Keterangan: HR. Muslim no.591 (135), Abu Dawud no.1513, an-Nasa-i III/68, Ahmad (V/275,279), ad-Darimi I/311, Ibnu Khuzaimah no.737, dan Ibnu Majah no.928 dari Sahabat Tsauban radhiyallaahu ‘anhu.

Note: Hendaklah dicukupkan dengan membaca ini saja dan jangan ditambah-tambah dengan macam-macam bacaan lainnya yang mana tidak ada asalnya dari Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam. (Lihat Misykaatul Mashaabiih 1/303)

Bacaan yang Ke-Dua

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ, اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir. Allahumma laa maani’a limaa a’thayta, wa laa mu’thiya limaa mana’ta, wa laa yamfa’u dzaljaddi min kaljaddu.

“Tidak ada tuhan yang patut sembah melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pula segala pujian dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah tidak ada yang mampuh mencegah apa yang hendak Engkau beri, dan tidak ada yang mampu memberi apa yang telah Engkau cegah. Tidak berguna sebuah kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya dari (siksa)-Mu.” Keterangan: HR. Al-Bukhari no.844 dan Muslim no.593, Ahmad IV/245, 247, 250, 254, 255, Abu Dawud no.1505, ad-Darimi I/311, Ibnu Khuzaimah no.742, dan An-Nasa-i III/70,71, dari Al-Mughirah bin Syu’bah.

Bacaan yang Ketiga

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir. Laa hawla wa laa kuwwata illa billaah, laa ilaaha illallaah, walaa na’budu illaa iyyaahu, lahunni’matu walahul fadhlu walahuts tsanaaul hasanu, laa ilaaha illallaåh mukhlishiyna lahuddiyn walaw karihal kaafiruun.

“Tidak ada tuhan yang patut disembah melainkan hanyalah Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian dan Dia yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tak ada daya dan kekuatan melainkan (dengan pertolongan) Allah. Tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan hanya Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Baginya nikmat, anugerah, dan juga pujian yang baik. Tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dengan menyempurnakan ibadah hanya kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir membencinya.” Keterangan: HR. Muslim no.594, Abu Dawud no. 1506, 1507, Ahmad IV/ 4, 5, Ibnu Khuzaimah no.740, 741, an- Nasa-i III/70, Dari ’Abdullah bin az-Zubair Rahimahullah.

Bacaan yang Ke-empat

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Laa ilaaha illallaåhu wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, yuhyiy wa yumiytu wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir.

“Tidak ada tuhan yang patut disembah kecuali hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pula segala pujian. Dialah yang maha menghidupkan (orang yang sudah meninggal atau memberi ruh janin yang hendak dilahirkan) dan yang maha mematikan. Dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segalanya.” (Dibaca 10 kali setiap selesai shalat maghrib dan shubuh).

Keterangan: Rasulullah Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wasallam berkata: “Barangsiapa sesudah shalat Maghrib dan Shubuh membaca kalimat ‘Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, yuhyiy wa yumiytu wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir,’ sebanyak 10 kali Allah Subhanallahu Wa Taala akan tulis disetiap satu kali 10 kebaikan, dihapus 10 kejelekan, diangkat 10 derajat, Allah lindungi dari segala macam kejelekan, dan Allah juga lindungi dari godaan-godaan syetan yang terkutuk.” (HR. Ahmad IV/227, at-Tirmidzi no.3474). At-Tirmidzi berkata: Hadits ini hasan gharih shahih.”

Bacaan yang Ke-lima

اللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Allahumma a-’inniy ’ala dzikrika wa syukrika wa husni ’ibaadatika.

“Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan juga beribadah dengan baik kepada-Mu.”

Keterangan: HR. Abu Dawud no.1522, Ahmad V/245, an-Nasa-i III/53, dan al-Hakim (I/273 dan III/273) dan dishahihkannya, juga disepakati oleh adz-Dzahabi, dimana kedudukan hadits ini seperti apa yang dikatakan oleh keduanya, bahwasanya Rasulullah Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah memberikan wasiat terhadap Mu’adz agar dia mengucapkannya pada setiap akhir shalat.

Bacaan yang Ke-enam

سُبْحَانَ اللهُ

Subhaanallaah (33 Kali)

“Maha suci Allah” (33 Kali)

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ

Alhamdulillah (33 Kali)

“Segala puji bagi Allah” (33 Kali)

اَللهُ أَكْبَرُ

Allahu Akbar (33 Kali)

“Allah Maha Besar” (33 Kali)

Kemudian guna menyempurnakan bacaan diatas menjadi seratus, bisa kita tambah dengan membaca:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Laa ilaaha illallaåhu wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir.

“Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali hanya Allah Yang Maha Esa, tiada ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya juga segala pujian dan Dialah Yang Maha Barkuasa atas segala sesuatu.”

Note: “Barangsiapa yang membaca kalimat tersebut setiap usai shalat, akan diampuni kesalahannya, meskipun seperti buih di lautan.” HR. Muslim no.597, Ibnu Khuzaimah no.750, Ahmad II/371,483, dan al-Baihaqi II/187).

Bacaan yang Ke-tujuh Ayat Kursi

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Allaahu laa ilaaha illaa huu, al hayyul qoyyum, la ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardh. Man djalladjii yasyfa’u ’indahuu illa bi idjnih. Ya’lamu maa bayna aydiihim wa maa kholfahum. Wa laa yuhiithuuna bi syay-im min ’ilmihii illa bi maa syaa-a. Wasi’a kursiiyyuhussamaawaati wal ardh. Walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa. Wa huwal’aliiyul ’azhiim.

Artinya: Allah tidak ada Ilah (yang berhak disembah) kecuali Dia. Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya segala sesuatu yang ada di langit dan segala sesuatu yang ada di bumi. Siapakah yang mampuh memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak tahu apa-apa dari ilmu Allah kecuali apa yang dikehendaki-Nya. Dan Kursi Allah mencakupi langit dan bumi, dan Allah tidak merasa berat untuk memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Surat: Al-Baqarah ayat: 255)

Keutamaan Ayat Kursi Setelah Sholat

Allah Subhanallahu Wa taala menjamin akan masuk syurga siapa yang setelah melaksanakan sholat membaca ayat kursi. Pernyataan ini diambil dari hadits Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam yang berbunyi, Barangsiapa yang membacanya setiap usai shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk Surga selain kematian.” HR. An-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah’ no.100 dan Ibnus Sunni no.124 dari Abu Umamah rahimahullah, dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani.

Bacaan yang Ke-delapan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

(1) قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

(2) للَّهُ الصَّمَدُ

(3) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

(4) وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَد

Qul huwallaahu ahad (1). Allaahusshamad (2). Lam yalid walam yuulad (3). Walam yaqullahu kufuwan ahad (4).

Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

Bacaan yang Ke-sembilan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

(1) قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

(2) مِن شَرِّ مَا خَلَقَ

(3) وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ

(4) وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ

(5) وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Qul a’uudzu birabbil falaq (1). Min syarri maa khalaq (2). Wamin syarri ghaasiqin idzaa waqaba (3). Wamin syarrin naffaatsaati fii al’uqadi (4). Wamin syarri haasidin idzaa hasada (5).

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Robb Yang Menguasai waktu subuh (fajar), dari kejahatan apa saja (mahluk) yang diciptakan-Nya. Dan dari kejahatan malam ketika telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita penyihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila ia dengki”

Bacaan yang Ke-sepuluh

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

(1) قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ

(2) مَلِكِ النَّاسِ

(3) إِلَهِ النَّاسِ

(4) مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ

(5) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ

(6) مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

Qul a’uudzu birabbin naas (1). Malikin naas (2). Ilaahin naas (3). Min syarril waswaasil khannaas (4). Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas (5). Minal jinnati wannaas (6).

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Robb (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia. Note: HR Abu Dawud no.1523, Ibnu Khuzaimah no.755, an-Nasa-i III/68, dan Hakim I/253. Lihat pula Shahiih at-Tirmidzi III/8 no.2324. Ketiga surat tersebut dijuluki dengan sebutan al-Mu’awwidzaat.

Khusus seudah selesai mengerjakan shalat Shubuh, disunnahkan untuk membaca:

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Allahumma inniy as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqon toyyiban, wa’amalan mutaqobbalan.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik, dan amalan yang diterima.”

Demikian bacaan dzikir yang shahih setelah shalat fardhu sesuai dengan sunnah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam. Mudah-mudahan dapat memberi kebaikan dan manfaat bagi kita semua.

Doa Setelah Sholat Fardhu

doa iftitah
ziyad.web.id

Di atas kita telah selesai menjelaskan dzikir setelah melaksanakan sholat fardhu. Yang mana dzikir di atas diambil dari hadits-hadits Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam. Dan untuk pembahasan selanjutnya kita akan membahas doa setelah sholat fardhu, agar kita tidak canggung ataupun bingung apa yang akan kita baca setelah sholat fardhu.

Dalam permasalahan doa setelah sholat fardhu ini tidak ada patokan atau ukuran kita dalam mengamalkannya. Maksudnya kita tidak diharuskan membaca ini dan tidak boleh membaca ini, melainkan kita dibebaskan untuk berdoa apa saja sesuai dengan hajat kita.

Adapun mengenai bahasa pengatar untuk doa kita itu lebih afdhol menggunakan Bahasa Arab dengan catatan kita memahaminya. Jika kita tidak bisa menggunakan bacaan doa dengan berbahasa Arab, kita juga bisa menggunakan selain Bahas Arab. Karna sesungguhnya Allah yang mencitakan bahasa dan Allah maha tau segala bahasa. Langsung saja kita bahas apa saja yang akan kita baca setelah sholat fardhu

1. Baca Pujian Untuk Allah

 

Artinya : Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Segala puji untuk Allah Tuhan Semesta Alam. Pujian yang sebanding dengan segala nikmat-nikmatNya dan menjamin tambahannya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, dan bagi-Mu-lah segalah rasa syukur, sebagaimana layak bagi keluhuran zat-Mu dan juga keagungan kekuasaan-Mu.

2. Sholawat Nabi

Artinya: Wahai Allah, limpahkanlah rahmat-Mu dan kesejahteraan-Mu kepada junjungan kami, Nabi Muhammad dan juga keluarganya, yakni rahmat yang mampu menyelamatkan kami dari berbagai macam ketakutan dan penyakit, yang mampuh memenuhi segala kebutuhan kami, yang mampuh mensucikan diri kami dari berbagai macam keburukan, yang dapat mengangkat derajat kami ke derajat tertinggi di sisi-Mu, dan dapat menyampaikan kami kepada tujuan penuh dari segala kebaikan, baik diwaktu masih hidup ataupun sesudah mati. Sesunggunya Dia (Allah) Maha Mendengar, Maha Dekat, dan Maha Memperkenankan segala doa juga permohonan. Wahai Dzat yang Maha Memenuhi semua kebutuhan Hamba-Nya.

3. Memohon Doa Selamat

Artinya : Wahai Allah! Sesungguhnya kami memohon kepadaMu, kesejahteraan untuk agama, dunia dan juga akhirat, kesehatan jasad, kesehatan badan, ditambahkan ilmu, rezeki yang berkah, taubat sebelum maut menjemput, rahmat ketika maut menjemput, dan ampunan setelah maut menjemput. Wahai Allah! Permudahkanlah kami disaat menghadapi pedihnya sakaratul maut, (Berilah kami) keselamatan dari panasnya api neraka, dan ampunan disaat waktu hisab.

4. Memohon Doa Perlindungan dari Sifat Buruk

Artinya : Wahai Allah! Sesungguhnya kami memohon perlindungan kepadaMu dari sifat lemah, malas, kikir, pikun dan juga dari azab kubur

5. Doa Penyekit Hati

Artinya : Wahai Allah! Sesungguhnya kami memohon perlindungan kepadaMu dari berbagai macam ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak bisa khusyu’, dari jiwa yang tidak pernah puas, dan dari doa yang tidak dikabulkan.

6. Doa Untuk Kedua Orang Tua

Artinya: Wahai Tuhan Kami, ampunilah dosa-dosa kami, juga dosa-dosa orang tua kami, para orang terdahulu kami, para guru-guru kami, orang-orang yang mendapatkan hak atas kami, orang-orang yang cinta dan juga berbuat baik terhadap kami, dan juga untuk seluruh umat islam

7. Doa Mohon Diterima Segala Doa dan Ampunan

Artinya: Wahai Tuhan kami, terimalah (permohonan) dari kami, karena sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha tahu. Dan terimalah taubat (mohon ampun) kami, sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat dan juga Maha Penyayang.

8. Doa Sapu Jagat

Artinya: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup ketika masih di dunia dan kebaikan hidup ketika sudah berada di akhirat, dan jagalah (hindarkanlah) kami dari pedihnya siksa api neraka.

9. Sholawat Nabi dan Penutup

Artinya: Semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan kepada junjungn kami, Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasalam , keluarga dan juga sahabatnya dan segala puji teruntuk Allah, Tuhan Semesta Alam

Tinggalkan komentar