Antara Aku dan Sepak Bola

Sepak bola itu permainan yang terdiri dari dua tim, masing-masing tim mempunyai 11 pemain. Bentuk bola itu bulat. Setiap bola dimainkan, bola akan ditendang atau digocek oleh pemain bola.

Permainan sepak bola itu terdiri dari pemain, lapangan, wasit, dan suporter.

Permainan sepak bola juga, permainan menggunakan satu bola yang di perebutkan oleh 22 orang dan lain-lain

Mungkin itu hal yang saya tau dari permainan sepak bola. Saya tidak suka pelajaran olahraga, termasuk juga bermain Bola. Tapi kenapa saya malah suka menonton pertandingan sepak bola.

matthewhanzel.com

Apalagi kalau yang lagi bertanding itu Tim Nasional Indonesia, serasa gak mau ketinggalan tuk menyaksikan pertandingannya, apa mungkin rasa nasionalisme saya tinggi yah? Terserah lah mau ngerti atau gak ngerti, mau menang atau kalah yang penting kalau Indonesia bertanding harus saya tonton dan saya dukung.

Hidupku Bukan dengan Bola

ssbsatria-muda.blogspot.co.id

Saya dulu pas masih kecil sering nonton film Captain Tsubasa, film kartun bola dari Negri Sakura Jepang sana. Salah satu teks yang paling saya ingat dari perkataan Tsubasa ialah “Bola adalah temanku”. Tapi mengapa kata-kata itu tidak berlaku untuk saya.

Soalnya saya sendiri suka nonton filmnya, tapi tidak suka memainkan bolanya.

Kebanyakan orang suka dengan permainan bola, tapi tidak dengan saya. Saya juga gak tau kenapa saya tidak suka dengan permainan bola, apa mungkin gara-gara saya gak bisa main bola? Tapi kan kalau gak bisa main bola seharusnya terus main bola biar bisa memainkannya.

Mungkin dulu saya suka dengan bola, tapi tidak suka banget dan kenapa semakin hari semakin dewasa, kesukaanku terhadap bola malah bertambah tidak suka.

Apa yang terjadi pada diri saya dan apa yang membuat saya tidak suka main bola? Jawabannya ya, gak tau.

Waktu Kecil Main Bola

akumassa.org

Dulu saya ingat betul kejadian saya dengan permainan sepak bola. Dulu saat saya masih di bangku sekolah dasar, dalam satu kelas itu terbagi atas dua geng atau dua klompok yang jarang akur, apa lagi kalu ada kaitannya dengan bola.

Mungkin geng kami sebut saja geng A dan geng yang satunya lagi, sebut saja geng B. Geng A dan B lagi bertengkar adu mulut, ya wajar lah namanya juga anak kecil, jadi beraninya cuma adu omong doank. Coba kalu sudah gede mungkin bisa tauran tuh, biar gaya kaya yang lainnya itu :’)

Geng satu dan yang lainnya saling mengejek satu sama lain dengan tidak ada hentinya, kecuali salah satu dari geng itu sudah merasa puas atau kalah, baru itu akan berhenti.

Suatu ketika Geng A dan B bertengkar lagi, seperti biasa yang kami lakukan cuma sekedar saling mengejek, saling mencaci dan saling merendahkan satu sama lain. Ternyata di kejadian pertengkaran itu, terselip kata-kata dari geng B ke geng A “dasar geng malas, gak bisa main bola”.

Mendengar kata-kata itu, sontak geng A marah dan salah satu dari kami menjawab, “kata siapa kami gak bisa main bola”

Geng B menjawab “ayo kita tanding kalau emang kalian bisa main bola dan kita taruhan”

Geng A “Ayo, siapa takut, kapan dan dimana mainnya”

Geng B “nanti hari minggu di lapangan lebak (nama tempat di kampung kami yang masih banyak sawah kosong) dan taruhannya dua botol air limun”

Geng A “oke siap”

Tanding Bola

youtube.com

Hari minggu adalah hari yang tepat untuk bertanding bola, karena di hari itu libur sekolah. Sambil menunggu hari minggu kami pun siap-siap untuk mengatur strategi untuk melawan geng B, dan akhirnya saya dimandatkan untuk menjadi kiper.

Ya, mau gimana lagi wong main bola gak bisa, ya sudah saya terima saja mandat itu, mudah-mudahan bisa saya jalankan dengan baik.

Hari demi hari berlalu dan datang lah hari minggu. Minggu pagi kami kumpul di salah satu rumah teman kami, dan siap untuk berangkat di lokasi pertempuran.

Kebetulan tempat kami lebih dekat dari lapangan yang akan kita pakai untuk bertanding, maka kami pun datang lebih awal dari pada mereka. Tidak lama menunggu akhirnya geng B muncul, dengan membawa bola.

Kami geng A menyambutnya dengan ejekan (biasa namanya juga anak kecil) “Uuuhh dasar pemalas, suka datang terlambat” teriak kami kepada mereka.

Tidak lama kemudian hujan turun membasahi kami dan lapangan bola, dan kami semua memutuskan untuk melanjutkan main bola sembari hujan-hujanan.

Pertandingan di mulai, seolah geng B sudah mahir dalam bermain bola, kami pun kalah banyak untuk melawannya. Sedih, emosi dan menyesal yang kami rasakan pada waktu itu.

Tapi kenangan indah yang masih saya ingat sampai saat ini. Hujan-hujanan basah, kotor capek, tapi seru, itulah yang kami rasakan pada saat itu. Ya walau pun kami kehilangan dua botol air limun, karena kalah di pertandingan, gak apa-apa lah namanya juga kalah, mau gimana lagi.

Akhirnya bulian mereka terhadap kami tambah sadis lagi dan kata-kata gak bisa main bola pun jadi andalan mereka untuk membuli kami.

Perjalananku Bermain Sepak Bola

polreskuningan.wordpress.com

Dari kecil saya tidak suka main sepak bola, karena emang saya gak bisa bermain bola. Saya pernah bermain bola dan disetiap bermain bola, seringnya saya menjadi penjaga gawang, karena hanya penjaga gawang yang tidak perlu banyak gerak dan dia akan bertugas kalu ada bola menuju gawang.

Pernah saya bermain sepak bola dan tidak menjadi penjaga gawang, tapi ternyata saya cuma lari kanan kiri gak jelas gak kunjung dapat bola, sekalinya dapat bola, eh malah suruh ngoper atau kerebut sama lawan.

Pas kecil saya suka main sepak bola, tapi bukan main sepak bola yang antara dua tim. Melainkan main sepak bola cuma adu pinalti, jadi cuma membutuhkan dua orang pemain, satu penjaga gawang dan yang satunya lagi penendang bola,

peraturannya kalu penendang memasukkan bola ke gawang maka dia akan menjadi gawang, begitu juga dengan gawang, dia akan menjadi penendang bola. Mungkin itu yang saya sukai dalam bermain sepak bola.

Al-Amanah Main futsal

republika.co.id

Pertama saya masuk di Pesantren Al-Amanah Cibubur, sore hari saya langsung di temui oleh salah satu santri senior, untuk meminta uang iuran main bola futsal sambil mengajak untuk main futsal bareng mereka nanti malam. Karena saya santri baru, mau gak mau saya mesti ikut.

Santri Pondok Pesantren Al-Amanah Cibubur

Pas saya ikut main bola, ternyata saya di suruh jadi penjaga gawang, ya sudah lah emang nasib saya jadi penjaga gawang. Waktu berjalan hampir setengah permainan dan saya mencoba untuk tidak menjadi penjaga gawang, pas itu saya di amanatkan menjadi sayap kiri.

Eh pas main ternyata saya tidak pernah dapat bola kecuali sedikit. Kok bisa gitu sih? Ya ialah wong saya tidak pernah dapat umpan bola, mungkin karena kepercayaan teman satu tim terhadap saya tidak ada.

Boring dengan permainan yang gitu-gitu aja, saya langsung minta ganti sama pemai lain. Duduk sebentar dan babak pertama selesai sudah, istirahat beberapa menit dan permainan di mulai kembali. Saya disuruh untuk masuk kelapangan lagi dan jadi penjaga gawang lagi.

Akhirnya permainan sepak bola di malam itu usai sudah dan langsung menuju pondok kembali untuk beristirahat.

Walaupun cuma sekali atau dua kali, hampir tiap bulan Santri Al-Amanah main futsal. Tapi tidak dengan saya, karena trauma dengan permainan yang pertama dan emang nyatanya saya gak suka main bola, jadi saya tidak pernah lagi ikut main futsal.

Kecuali, pernah seketika salah satu dari ustadz kami mau menanggung semua biaya sewa lapangan futsal, dengan syarat semua santri harus ikut. Nah darisitu terjadilah pemaksaan terhadap saya untuk ikut bermain futsal dan secara terpaksa pula saya mengiakan untuk ikut main futsal.

Setelah permainan mau dimulai ternyata saya dapat amanat jadi penjaga gawang lagi. Ya sudah lah emang nasib saya kaya gini, setiap main futsal pasti disuruhnya jadi penjaga gawang. Gak apa lah yang penting jangan jadi gawangnya aja.

Terakhir Bermain Sepak Bola

degorontalo.co

Awal saya masuk Pesamntren Sintesa pada tanggal 20 Februari 2017 satu persatu program pesantren dimulai, begitu juga dengan program wajib olahraga yang ditetapkan oleh Pesantren Sintesa, pada hari Selasa dan Jum’at sore.

Pada Hari Selasa sore di awal kedatangan kami (santri baru) langsung berlaku peraturan wajib olah raga. Dengan adanya peraturan itu kami pun langsung mentaatinya dan bermain bidang olahraga yang ada. Di Selasa sore itu, olahraga yang baru saya ketahui cuma ada dua sepak bola dan bola volly.

Dari kedua pilihan itu, saya lebih memilih bermain Sepak bola di banding bermain bola volly. Karena saya lebih tidak bisa lagi permainan bola volly.

Sore itu turun hujan, tapi olahraga harus tetap berjalan. Kami memasuki lapangan sepak bola sambil hujan-hujanan. Seperti biasa, saya menjadi penjaga gawang lagi dan saya harus terima itu dengan lapang dada.

Menjadi penjaga gawang kali ini sangat spesial, karena di tengah gawang yang saya jaga ada kubangan berair yang membuat saya sulit bergerak dari kanan ke kiri dan sebaliknya.

Dengan kalah banyak, permainan pun berakhir.

Minggu kemudian hari wajib olahraga datang kembali dan saya mulai mengetahui banyak bidang olah raga yang tersedia misal, Bulu Tangkis, Tenis Meja, Panahan, Lari, dan Lain-lain.

Setelah mengetahui itu semua, saya meninggalkan permainan sepak bola dan memilih untuk olahraga dengan bidang olah raga yang lain.

Selamat tinggal sepak bola. Saya tidak membenci kamu kok, cuma saya malas untuk memainkannya doang, tapi kalu untuk menontonnya mah sampai sekarang juga masih suka, apa lagi yang main club yang saya suka atau Tim Nasional Indonesia.

COPY CODE SNIPPET

Tinggalkan komentar